Analisa Kebutuhan Air Irigasi Di Daerah Irigasi Mrican Kanan Akibat Perubahan Tata Guna Lahan Rawa

Authors

  • Saiful Arfaah Universitas Darul Ulum
  • Iwan Cahyono Universitas Darul Ulum

DOI:

https://doi.org/10.48056/jintake.v11i1.151

Keywords:

ekstensifikasi, awal tanam, kebutuhan air

Abstract

Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Jombang melakukan ekstensifikasi pertanian dengan jalan  mengalih fungsikan lahan rawa di 6 desa di atas menjadi area persawahan. Dari data Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Jombang luas total lahan hasil ekstensifikasi pertanian adalah 697 Ha. Dengan adanya penambahan luas lahan sawah tersebut, maka kebutuhan air untuk keperluan irigasi memerlukan pengkajian lebih lanjut. Kajian dilakukan dengan awal tanam yang direncanakan yaitu awal tanam Nopember 1, Nopember 2, Nopember 3, Desember 1 dan Desember 2. Dari hasil analisa diperoleh  awal tanam dengan kebutuhan air  maksimum untuk  tanaman padi terjadi pada awal tanam Nopember 3 musim kemarau 2 sebesar 110456,5 m³/Ha.  Kebutuhan air maksimum untuk tanaman palawija terjadi pada awal tanam Nopember 3 musim kemarau 2 sebesar  9594,29  m³/Ha. Sedangkan kebutuhan air maksimum untuk tanaman tebu terjadi pada awal tanam Desember 2 musim kemarau 2 sebesar 13012,66 m³/Ha. Kekurangan volume air maksimal pada kondisi eksisting terjadi pada awal tanam Desember 1 musim kemarau 1 sebesar 12210911 m3. Sedangkan kekurangan volume air maksimal pada kondisi setelah ekstensifikasi terjadi pada awal tanam Desember 1 musim kemarau 1 sebesar 131571688 m3

Published

2021-10-27

How to Cite

[1]
Saiful Arfaah and Iwan Cahyono, “Analisa Kebutuhan Air Irigasi Di Daerah Irigasi Mrican Kanan Akibat Perubahan Tata Guna Lahan Rawa ”, jintake, vol. 12, no. 2, pp. 21-35, Oct. 2021.