Analisa Perlindungan Efektif Terhadap Sambaran Petir Pada Tegangan 70/20 KV Gardu Induk Ploso
DOI:
https://doi.org/10.48056/jintake.v5i1.60Keywords:
Gardu Induk, Pengaman, ArresterAbstract
Petir adalah suatu fenomena alam yang timbul bila terjadi banyak kondensasi dari uap air dan ada udara yang naik dengan arus sangat kuat. Hal ini diyakini oleh dunia ilmu pengetahuan dan teknologi setelah melalui banyak pembuktian dan pengamatan. Masalah utama yang menjadi kendala adalah tidak diketahuinya dengan pasti pada detik kapan peristiwa sambarannya terjadi, seberapa besar intensitasnya dan di titik mana sambaran itu mengenai obyeknya, sehingga akan jauh lebih mudah upaya pengamanan bisa dilakukan.Walaupun demikian, ternyata dari banyak pembuktian atas hipotesa-hipotesa yang ada, dapat dilakukan penangkalan terhadap kemungkinan terjadinya sambaran petir dalam suatu ruang lindung tertentu. Dengan pertolongan hipotesa-hipotesa yang ada tersebut, secara teoritis dapat diperhitungkan suatu perencanaan pengamanan terhadap obyek sambaran, misalnya bangunan gedung, pabrik, gudang dan sebagainya. Mengingat Gardu Induk Ploso merupakan fasilitas penting, maka tidak mengherankan jika segala antisipasi telah dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para karyawan yang ada di dalamnya, terutama terhadap gangguan yang membahayakan, misalnya sambaran petir. Sejauh mana rancangan instalasi petir dalam memproteksi Gardu Induk Ploso. Arrester adalah suatu peralatan yang dirancang untuk melindunggi peralatan sistem tenaga listrik dari tegangan lebih dengan jalan membatasi tegangan lebih yang datang dan mengalir arus surja ke tanah tanpa mempengaruhi kelangsungan kerja sistem. Dengan kata lain dalam keadaan tidak ada gangguan, arrester bersifat sebagai isolator yang dapat menahan tegangan kerja. Sedang bila suatu saat timbul arus atau tegangan surja maka arrester bersifat sebagai konduktor yang meyalurkan surja tersebut ke tanah
References
B. Leopold, Luna, Kenneth S. Davis. 1980. Air. Jakarta: Tira Pustaka. (Pustaka Ilmu Life). Edisi kedua.
Climate and Weather. Encyclopaedia Britannica. Copyright 1994-1998.
D. Thompson, Philip, Robert O’Brien. 1980. Cuaca. Jakarta: Tira Pustaka. (Pustaka Ilmu Life). Edisi kedua.
Gallagher, T. J., A. J. Pearmain. 1983. High Voltage. Bath: John Wiley & Sons.
Golde, R. H. 1977. Lightning. London: Academic Press Inc. Vol-2.
Hayt. William. H.JR, The Houw Liong, Ph.D. 1990. Elektromagnetika Teknologi. Jakarta: Penerbit Erlangga. edisi ke 4. jilid 2.
Hutauruk, TS. 1987. Pengetanahan Netral Sistem Tenaga & Pengetanahan Peralatan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
PER-02/MEN/1989. Tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir.
Malvino, Barmawi. 1992. Prinsip-Prinsip Elektronika. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Military Handbook. Grounding, Bonding & Shielding for Electronic Equipment and Facilities. Dept. of Defense Washington D.C.20301. Third edition. Vol 1.
Morrison. Ralph. 1986. Grounding and Shielding Techniques in Instrumentation. U.S.States: John Wiley & Sons - A Wiley-Interscience Publication. Third Edition.
Naidu, M. S., V. Karamaju. 1982. High Voltage Engineering. New delhi: Tata McGraw –Hill publishing Co. Ltd.
Razevig D. V. 1982. High Voltage Engineering. Delhi-6: Khanna Publisher.
Salehudin M. 1995. Pengaruh Petir Pada Perangkat Elektronika Dan Telekomunikasi. Malang: Seminar Nasional HME-ITN.
Sirait K. T., Pakpahan P. 1995. Gejala Petir Di Indonesia. Malang: Seminar Nasional Dan Rapat Kerja Nasional FKHMEI HME-ITN.
Sirait K. T., Zoro R. 1986. Perlindungan Terhadap Tegangan Lebih Pada Sistem Tenaga Listrik. Bandung: Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi Dan Pengukuran Listrik Jurusan Teknik Elektro ITB.
Sutanto, Hendrayah, Soeryaningprang M. 1994. Penangkal Petir Radioaktif. Biro Pengawasan Tenaga Atom. BATAN.
Zoro. R, Madilawati. 1993. Parameter Petir dan Aplikasinya untuk Proteksi Peralatan. Seminar Sehari Tentang Grounding dan Penangkal Petir.






